IKAN PEPEREK(LEIOGNATHIDAE)/ IKAN PETEK
IKAN PEPEREK(LEIOGNATHIDAE)/ IKAN PETEK
OLEH RAFIQ RAMADHAN RUSLIDA (E1I023055)
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ikan petek termasuk dalam famili Leiognathidae dan di Indonesia famili Leiognathidae terdapat 3 genera, yaitu Leiognathus, Secutor, dan Gazza (Pauly, 2017).
Leiognathus terdiri atas 17 spesies, Secutor 2 spesies yaitu Secutor ruconius dan Secutor insidiator, sedangkan Gazza hanya 1 spesies yaitu Gazza minuta. Di Indonesia ditemukan 12 spesies ikan petek yang tersebar di perairan dangkal, atau kurang dari 40 m (Widodo, 2016).
Ikan petek merupakanjenis ikan yang banyak tertangkap pantai Laut Jawa. Di perairan Teluk Labuan ikan petek tertangkap hampir tiap bulan. Ikan petek yang didaratkan di Tempat Pelelangan Labuan pada tahun 1991 sebesar 208.393 kg (Saadah, I,2015)
Menurut Pauly (2016)a pertumbuhan ikan petek (Leiognathus splendens Cuv.) di Selat Malaka bersifat allometrik. Ikan ini mencapai kematangan gonad pertama kali pada panjang 9 cm. Ikan ini memiliki tingkat kematian alami yang tinggi. Pertumbuhan panjang total ikan petek mencapai 150 mm dan umumnya untuk penangkapan komersial 50 -100 mm.
Ikan petek mempunyai bentuk mulut dan giui yang disesuaikan dengan kebiasaan mencari makan. pada ikan petek mulut yang dapat dijLrlurkan menghadap ke bawah (Gambar I ) cocok untuk kebiasaannya mencari makanan di dasar laut berupa detritus atau berbagai hewan dan tumbuhan kecil (Nontji, 2018)
Makanan ikan petek umumnya adalah hewan bentik dan jenis tumbuhan (Foraminifora. Polychaeta, Ostracoda, Decapoda dan Diatom), zooplankton seperti Copepoda, dan telur ikan (pauly, 2019)
Menurut Rao (2016) petek digolongkan t3 Slafei dan Saadah - Beberapa Aspek Biologi Ikan Petek, LeiognaLhtts splendens Cuvier di Perairan Teluk Labuan. Banten ke dalam benthofagus, makanannya terdiri atas Copepoda, zoobenthos dan phytobenthos.
Bruin e/ al. (2021)enyatakan makanan ikan petek adalah Crustacea kecil, Forminifera dan Bivalva. Tidak ada perbedaan kebiasaan makanan antara ikan jantan dan betina. Ikan petek mempunyai rasio panjang usus dan panjang baku berkisar 2,64 - 3,12.
1.2 Tujuan dan Manfaat
Tugas Ini Bertujuan Untuk Mengetahui atau Memberitahukan Materi Tentang Biota Laut, yaitu Ikan Peperek ( Leiognathidae ) dan Untuk Mengetahui Manfaat dari Ikan Peperek
II. ISI
2.1 Klasifikasi Ikan Peperek ( Leiognathidae )
Kingdom : Animalia
Filum: Chordata
Subfilum :Vertebrata
Kelas : Pisces
Subkelas : Teleostei
Ordo : Perchomorphi
Subordo : Perciformes
Famili : Leiognathidae
Genus : LeiognathusSpesies: Leiognathus equulus, Forskal, 1874
Nama Indonesia: Peperek topang
Nama lokal : Peperek (Jakarta), pepetek (Jakarta), petek
Nama FAO/ umum: Common ponyfish
Berdasarkan Allen (2018)
2.2 Siklus Hidup
Leiognathidae adalah famili ikan yang mencakup sejumlah spesies yang umumnya dikenal sebagai "ikan peperek" atau "ikan sentigi." Ini termasuk dalam kelompok ikan yang hidup di perairan tropis dan subtropis di wilayah Indo-Pasifik. Siklus hidup ikan dalam famili Leiognathidae dapat bervariasi antara spesies, tetapi umumnya melibatkan beberapa tahapan umum, seperti berikut:
Telur (Ovum): Siklus hidup dimulai dengan pemijahan, di mana ikan betina melepaskan telur dan ikan jantan melepaskan sperma ke dalam air. Pembuahan kemudian terjadi di air, dan telur-telur mengapung.
Larva: Setelah pembuahan, telur berkembang menjadi larva. Larva ikan peperek umumnya bersifat planktonik, yang berarti mereka melayang di kolom air dan bergantung pada arus laut untuk dispersi. Larva biasanya mengalami fase planktonik selama beberapa minggu atau bulan, tergantung pada spesiesnya.
Juvenil: Setelah fase larva, ikan peperek berkembang menjadi bentuk juvenil. Pada tahap ini, mereka mungkin bermigrasi ke perairan dangkal, seperti estuari atau laguna, di mana mereka dapat tumbuh lebih besar dan menjadi lebih terampil dalam mencari makan.
Dewasa: Saat ikan mencapai ukuran dewasa, mereka kembali ke perairan laut yang lebih dalam. Ikan dewasa melakukan reproduksi dengan melepaskan telur dan sperma mereka kembali ke dalam air, memulai siklus hidup baru.
( carpenter, 2019)
2.3 Rantai Makanan
Rantai makanan Leiognathidae, atau ikan peperek, mencakup sejumlah organisme yang berinteraksi dalam memenuhi kebutuhan nutrisi mereka. Berikut adalah gambaran umum tentang rantai makanan yang melibatkan Leiognathidae:
Fitoplankton: Rantai makanan dimulai dengan fitoplankton, yaitu mikroorganisme tanaman kecil yang hidup di air dan melakukan fotosintesis. Fitoplankton menjadi sumber energi utama bagi sebagian besar makhluk hidup di lautan.
Zooplankton: Larva ikan peperek atau juvenil mungkin termasuk dalam kelompok zooplankton, yang terdiri dari organisme hewan kecil seperti krustasea, copepoda, atau protozoa. Ikan peperek memakan zooplankton sebagai bagian dari diet mereka.
Ikan Kecil: Sebagai ikan peperek tumbuh, mereka menjadi pemangsa bagi ikan kecil dan organisme laut kecil lainnya. Mereka dapat memakan ikan kecil, larva, dan krustasea.
Ikan Lebih Besar: Ikan peperek yang telah tumbuh menjadi ukuran dewasa dapat menjadi mangsa bagi ikan yang lebih besar seperti tuna, hiu kecil, atau ikan pelagis lainnya.
Hewan Karnivora Laut: Ikan peperek yang lebih besar dan ikan pemangsa lainnya di laut dapat menjadi mangsa bagi hewan laut karnivora yang lebih besar, seperti hiu, paus, atau ikan pedang.
Manusia: Beberapa spesies ikan peperek juga menjadi bagian dari rantai makanan manusia. Manusia sering menangkap ikan peperek untuk keperluan konsumsi.
Rantai makanan ini menciptakan keseimbangan ekosistem laut, di mana setiap tingkat trofik memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan hidup organisme lainnya. Perubahan dalam satu populasi dapat memengaruhi populasi lain dalam rantai makanan, sehingga menjaga keseimbangan ekosistem laut menjadi penting untuk keberlanjutan dan keberlanjutan sumber daya laut.
( Rahardjo,2019)
2.4 Habitat
Banyak spesies ikan peperek hidup di perairan pesisir, termasuk estuari, laguna, dan perairan mangrove. Estuari adalah daerah di mana air tawar dari sungai bertemu dengan air laut, menciptakan lingkungan yang unik dengan variasi salinitas yang bervariasi. Ikan peperek sering ditemukan di perairan yang dangkal, terutama selama tahap hidup awal mereka sebagai larva dan juvenil. Perairan dangkal ini dapat mencakup zona pasang surut, laguna, dan daerah dengan dasar pasir atau lumpur. ( Saruran,2023 )
2.5 Cara Beradaptasi
Beberapa spesies ikan peperek memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka melalui warna dan pola tubuh yang memungkinkan mereka menyamar atau melindungi diri dari pemangsa. Kemampuan ini membantu mereka bersembunyi di antara rumput laut atau substrat laut lainnya. ikan peperek memanfaatkan terumbu karang dan struktur laut lainnya sebagai tempat perlindungan dan mencari makan. Mereka dapat menyembunyikan diri di dalam celah-celah karang atau di sekitar substrat laut lainnya. ( Febrian 2023 )
2.6 Fungsi dan Manfaat
Penangkapan dan penjualan ikan peperek dapat menjadi sumber penghidupan bagi komunitas nelayan di daerah pesisir. Ikan peperek yang tertangkap dapat dijual di pasar lokal atau diekspor, memberikan kontribusi pada perekonomian daerah. Beberapa spesies ikan peperek adalah sumber pangan penting bagi masyarakat pesisir. Manusia menangkap dan mengonsumsi ikan peperek karena daging mereka yang lezat dan nilai gizinya yang baik. ( Rahmadhanti, 2021 )
III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Famili ini mencakup sejumlah spesies ikan yang hidup di perairan tropis dan subtropis di seluruh dunia. Mereka dapat ditemukan di perairan payau dan laut dangkal. Ikan Leiognathidae memiliki morfologi yang khas, dengan tubuh yang pipih dan mata yang besar. Beberapa spesies memiliki warna-warna cerah dan pola-pola yang menarik. Beberapa spesies ikan Leiognathidae memiliki nilai ekonomi dalam perikanan. Masyarakat setempat sering menangkapnya untuk keperluan konsumsi manusia atau sebagai umpan dalam perikanan lainnya.
3.2 Saran
Lakukan pemantauan terhadap populasi ikan Leiognathidae untuk memahami dinamika populasi mereka. Hal ini penting untuk menerapkan tindakan konservasi jika diperlukan dan untuk mencegah overfishing.
DAFTRA PUSTAKA
Badruddin,
M. 2018rameter stok dan potensi
penangkapan ikan petek
(Leiognathidae) di perairan
pantai utara Jawa Tengah. Jurnal
Penelitian
Perikanan Laut. No.47 tahun 2018jakarta.
Pauly,
D. 2017he Leiognathus (teleostei) their species,
stock, and
fisheries in Indonesia, with notes on the
biology of Leiognathus
splendens. Marine
Resources in Indonesia. 2017.
Widodo.
2016check list of the demersal species in
the Java Sea. Special
report No.1. Contribution of
demersal fish project. MRIF. Jakarta.
Saadah.
2017.inventarisai enis-jenis ikan yang
didaratkan di TPI Desa
Teluk. Kecamatan
Labuan, Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat.
Laporan
Praktek Lapangan. Program Studi
Manajemen Sumberdaya Perairan.
Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut
Pertanian Bogor.
48 p.
Pauly,
D. 2017The Leiognathidae (Teleostei) Their
species, stocks and
fisheries in Indonesia,
with note on the biology of
Leiognathus
splendens (Cuv.). Mar. Res. Indonesia, 19 :
73 -93.
Carpenter KE & Niem VH (eds.). 2019. FAOspecies identification guide for fishery pur-poses. The living marine resources of theWestern Central Pacific. Volume 3 Batoidfishes, chimaeras and bony fishes part 1(Elopidae to Linophrynidae). Rome, FAO.pp. 1397-2068.
Saruran, Firsa Lai. Dinamika Populasi Ikan Peperek (Leiognathus equluus) Di Perairan Kabupaten Barru= Population Dynamics of Peperek Fish (Leiognathus equulus) in Barru Regency Waters. Diss. Universitas Hasanuddin, 2023.
Rahardjo, M. F., Djamartumpal F. Lumban Batu, and Endi S. Kartamihardja. "Komposisi Jenis dan Ukuran Ikan Petek (Famili Leiognathidae) di Perairan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara [Species Composition And Size Of Pony Fishes, Family Leiognathidae In Kendari Bay, Southeast Sulawesi]." Jurnal Iktiologi Indonesia 11.1: 11-19.v
Febrian, Rivan, Faisal Syahputra, and Rachmat Hidayat. "Identifikasi Alat Tangkap Dan Hasil Tangkapan Ikan Di Perairan Umum Daratan Kreung Aceh: Identification Of Fishing Gear And Fish Catches In The Kreung Aceh Mainland Public Waters." Rosenberg: Jurnal Teknologi Penangkapan Ikan 1.1 (2023): 27-36.
Ramadhanti, Ulfah. Identifikasi Tipe-Tipe Ekor Ikan Di Pelabuhan Perikanan Lampulo Kota Banda Aceh Sebagai Materi Penujang Referensi Praktikum Zoologi Vertebata. Diss. UIN Ar-Raniry, 2021.
Komentar
Posting Komentar