MANUSIA DAN BIOTA LAUT

 

MANUSIA DAN BIOTA LAUT

Rafiq Ramadhan Ruslida

E1I023055

I.Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

       Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati serta tingkat endemisme yang sangat tinggi karena memiliki jumlah pulau sebanyak 17.504, panjang pantai Indonesia mencapai 95.181 km dengan luas wilayah laut 5,4 juta km2, dan mendominasi total luas teritorial Indonesia sebesar 7,1 juta km2 sehingga negara Indonesia menjadi salah satu negara mega biodiversitas. Keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau meliputi ekosistem sungai, estuari, mangrove, lamun, terumbu karang, pelagis dan demersal (Apriadi dkk., 2020; Muzammil dkk., 2020; Yanto dkk., 2020; Yolanda dkk., 2020).

       Menurut Fishbase, Indonesia memiliki 4605 spesies ikan bersirip yang terdiri dari 1193 spesies ikan air tawar, 3496 spesies ikan air laut, 104 spesies ikan pelagis, dan 310 spesies ikan perairan dalam. Posisi Indonesia juga berada di wilayah pusat segitiga terumbu karang dunia atau “The Coral Triangle” dikenal sebagai wilayah “The Amazone Sea” sehingga memiliki berbagai spesies terumbu karang yang tersebar luas diseluruh wilayah Indonesia (Foale dkk., 2013; Weeks dkk., 2014; White dkk., 2014), dengan luasannya diperkirakan mencapai 50.000 km2. Demikian pula dengan berbagai spesies mangrove dengan luasan mencapai 4,5 juta Ha, padang lamun diperkirakan 12 juta Ha dan sumber daya ikan lainnya.

       Keanekaragaman sumberdaya alam baik sumberdaya dapat pulih maupun sumberdaya tidak dapat pulih merupakan terumbu karang dan padang lamun. Besarnya potensi sumberdaya laut yang dimiliki Indonesia saat ini, sangat potensial untuk dikembangkan dalam sektor pariwisata laut (Yani dan Montratama, 2015). Salah satu sektor pariwisata bahari potensial saat ini yang memanfaatkan sumberdaya, dalam aktivitasnya adalah wisata underwater macro photography (UMP). UMP merupakan salah satu aktivitas wisata selam minat khusus yang mengutamakan sumberdaya/biota laut sebagai objek komoditi pemanfaatan. Wisata UMP ini dapat di definisikan sebagai kegiatan perjalanan sementara yang dilakukan secara sukarela untuk dapat mengeksplorasi keunikan detail tekstur yang tidak tampak jelas secara kasat mata melalui photography, baik dari sebagian atau keseluruhan anggota tubuh objek biota di dalam air. Aktivitas penyelaman dalam wisata ini menjadikan biota sebagai daya tarik utama untuk dinikmati wisatawan melalui photography.

       Padang lamun merupakan ekosistem perairan dangkal yang kompleks, memiliki produktivitas hayati yang tinggi. Oleh karena itu padang lamun merupakan sumberdaya laut yang penting baik secara ekologis maupun secara ekonomis (Rasheed et al., 1994). Fungsi ekologis padang lamun diantaranya adalah sebagai daerah asuhan, daerah pemijahan, daerah mencari makan, dan daerah untuk mencari perlindungan berbagai jenis biota laut seperti ikan, krustasea, moluska, echinodermata, dan sebagainya (Phillips dan Menez, 1988; Thomascik et al., 1997), tumbuhan padang lamun itu sendiri merupakan makanan penting dugong (Dugong dugon) dan penyu hijau (Chelonia mydas) (Lanyon et al., 1989) dan bertindak sebagai jebakan sedimen dan adanya siklus nutrient.

      Banyak di antara biota laut yang memiliki nilai penting secara komersil dan rekreasi, pada stadia tertentu dalam siklus hidupnya sangat bergantung pada keberadaan ekosistem padang lamun. Seiring dengan meningkatnya aktivitas industri dan pembangunan di wilayah pesisir, maka tekanan ekologis terhadap ekosistem padang lamun juga meningkat, akibatnya berdampak terhadap rusaknya ekosistem tersebut dan menurunnya peranan-peranan ekologis yang diperankannya. Padang lamun daerah tropis merupakan subjek dari perubahan temporal yang bervariasi secara musiman dan tahunan (Mellors et al., 1993).

1.2. Tujuan dan Manfaat

Untuk menidentifkasi biota laut dan mengenalkan kepada khalayak ramai tentanng manfaat nya

II. PEMBAHASAN

2.1.Sumber Hayati Laut (Tumbuhan)

2.1.1. Rumput Laut

       Rumput laut adalah organisme fotosintetik yang tumbuh di perairan laut dan air asin lainnya. Mereka termasuk dalam kelompok alga dan memainkan peran penting dalam ekosistem laut. Rumput laut memiliki beragam bentuk, mulai dari yang mikroskopis hingga yang berukuran besar seperti kelp. Mereka biasanya melekat pada substrat, seperti batu karang atau pasir, menggunakan alat perekat khusus yang disebut holdfasts. Rumput laut memiliki nilai gizi yang tinggi dan sering kali dimanfaatkan dalam makanan manusia, terutama di negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Korea, dan Tiongkok. Selain itu, mereka juga digunakan dalam industri farmasi, kosmetik, dan sebagai bahan pangan untuk hewan laut. Secara ekologis, rumput laut sangat penting karena mereka menyediakan habitat bagi berbagai spesies laut, melindungi pantai dari abrasi, dan berperan dalam siklus karbon di laut. Di samping itu, mereka juga menjadi sumber makanan bagi berbagai hewan laut, mulai dari ikan kecil hingga mamalia laut besar.

Klasifikasi

Divisi : Rhodophyta 

Class : Rhodophyceae 

Ordo : Gigartinales

Familia : Gracilariaceae

Genus : Gracilaria

Spesies : Gracilaria verrucosa

Faktor Hidup

       Rumput laut memiliki preferensi suhu yang berbeda-beda tergantung pada spesiesnya. Beberapa spesies lebih suka suhu air yang lebih hangat, sementara yang lainnya lebih cocok dengan suhu yang lebih dingin. Perubahan suhu air yang signifikan dapat memengaruhi pertumbuhan dan distribusi rumput laut. Sebagian besar rumput laut membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Intensitas, durasi, dan kualitas cahaya mempengaruhi tingkat fotosintesis dan pertumbuhan rumput laut. Beberapa spesies mungkin lebih toleran terhadap kondisi cahaya yang rendah daripada yang lain. Nutrien seperti nitrogen, fosfor, dan karbon merupakan faktor penting dalam pertumbuhan rumput laut. Ketersediaan nutrisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti polusi, arus laut, dan aktivitas manusia di sekitar perairan.

Budidaya

      Budidaya rumput laut, dikenal juga sebagai marikultur rumput laut, telah menjadi praktik umum di banyak negara, terutama di Asia Timur seperti Jepang, Korea, Cina, dan Indonesia. Lokasi budidaya yang ideal harus memiliki kondisi lingkungan yang sesuai, seperti suhu air yang cocok, ketersediaan cahaya matahari yang memadai, dan akses mudah untuk perawatan dan pengelolaan. Berbagai spesies rumput laut memiliki kebutuhan tumbuh yang berbeda-beda. Pilih spesies yang cocok dengan kondisi lingkungan dan tujuan budidaya Anda. Rumput laut dapat dibudidayakan dari biji atau fragmen tanaman yang sudah ada. Metode pembibitan bervariasi tergantung pada spesiesnya. Beberapa spesies dapat ditanam dari stek atau fragmen, sementara yang lainnya dapat ditanam dari benih yang sudah disiapkan terlebih dahulu.

Bahaya dan Kerusakan

      Rumput laut memiliki peran penting dalam ekosistem laut, dan kerusakan atau penurunan populasi mereka dapat memiliki dampak yang signifikan. Perubahan iklim seperti pemanasan global dapat menyebabkan peningkatan suhu air laut dan penurunan pH air laut. Hal ini dapat mengganggu pertumbuhan dan distribusi rumput laut serta menyebabkan pemutihan yang serius. Pencemaran air laut oleh bahan kimia beracun, limbah organik, atau limbah lainnya dapat merusak atau bahkan membunuh rumput laut. Polusi ini dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk limbah industri, pertanian, dan perkotaan. Penurunan kualitas air, seperti peningkatan nutrien atau sedimen dalam air, dapat mengurangi penetrasi cahaya matahari dan menyebabkan tumbuhan rumput laut mati karena kekurangan cahaya atau peningkatan pertumbuhan alga lainnya yang menutupi permukaan rumput laut. Pemanenan berlebihan rumput laut untuk konsumsi manusia atau kebutuhan industri dapat mengakibatkan penurunan populasi yang signifikan dan bahkan kehancuran habitat yang vital.

Habitat

      Habitat rumput laut merupakan lingkungan yang penting bagi keberlangsungan hidup berbagai spesies lautHabitat rumput laut biasanya terdiri dari padang lamun atau padang rumput laut yang padat, di mana rumput laut tumbuh dalam padatannya. Rumput laut ini dapat membentuk padang rumput yang luas, menyediakan struktur kompleks yang penting bagi kehidupan laut.

2.1.2. Padang Lamun

       Padang lamun, juga dikenal sebagai padang rumput laut atau padang lamun, adalah ekosistem laut yang terdiri dari tanaman lamun yang tumbuh di dasar perairan dangkal di daerah tropis dan subtropis. Lamun adalah tumbuhan berbunga yang tergolong dalam keluarga Zosteraceae, Hydrocharitaceae, dan Cymodoceaceae, dan mereka berperan penting dalam ekologi perairan dangkal. Padang lamun, juga dikenal sebagai padang rumput laut atau padang lamun, adalah ekosistem laut yang terdiri dari tanaman lamun yang tumbuh di dasar perairan dangkal di daerah tropis dan subtropis. Lamun adalah tumbuhan berbunga yang tergolong dalam keluarga Zosteraceae, Hydrocharitaceae, dan Cymodoceaceae, dan mereka berperan penting dalam ekologi perairan dangkal.

Klasifikasi

Kingdom: Plantae

Filum: Tracheophyta

Kelas: Magnoliopsida

Ordor: Alismatales

 Famili: Cymodoceaceae

Genus: Cymodocea

Spesies: Cymodocea serrulata.

Faktor Hidup

           Lamun biasanya tumbuh di perairan yang sedikit lebih asin daripada air tawar. Perubahan salinitas yang signifikan dapat mengganggu pertumbuhan dan kelangsungan hidup lamun. Aktivitas pemakan lamun, seperti penyu dan beberapa spesies ikan, dapat mengganggu pertumbuhan dan kelangsungan hidup lamun dengan merusak atau memakan daun lamun. Lamun membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis, dan intensitas cahaya yang cukup merupakan faktor penting dalam pertumbuhan mereka. Lamun biasanya tumbuh di perairan yang dangkal di mana cahaya matahari dapat menembus dengan baik.

Budidaya

Budidaya padang lamun atau lamun menjadi tantangan karena lamun lebih sulit dibudidayakan daripada tanaman air lainnya. Namun, ada beberapa teknik yang telah dikembangkan untuk mencoba budidaya lamun. Pilih lokasi yang sesuai untuk budidaya lamun. Tempatkan budidaya di perairan dangkal yang memiliki kualitas air yang baik, intensitas cahaya yang cukup, dan substrat yang sesuai untuk pertumbuhan lamun. Ada berbagai spesies lamun yang dapat dibudidayakan, tergantung pada lokasi dan kondisi lingkungan. Pilih spesies yang sesuai dengan kondisi lokal dan tujuan budidaya Anda.

Bahaya dan Kerusakan

     Kondisi habitat padang lamun sangat dipengaruhi oleh beberapaparameter hidro-oseanografi perairan disekitar habitat hidup lamun habitat dengan substrat pasir berlumpur dengan kandungan bahan organik yang relative tinggi dan banyak ditemukan di habitat dengan substrat pasir halus.

Habitat

     Habitat padang lamun adalah lingkungan perairan yang didominasi oleh padang lamun, tumbuhan berbunga yang tumbuh di dasar laut di daerah tropis dan subtropis. Padang lamun terdiri dari tanaman lamun yang tumbuh rapat di dasar laut. Lamun adalah tumbuhan berbunga yang memiliki akar, batang, daun, dan bunga. Padang lamun dapat membentuk ekosistem yang kompleks dan beragam.

2.2.Sumber Hewani Laut (Hewan)

2.2.1. Rajungan

     Rajungan adalah sejenis kepiting yang termasuk dalam famili Portunidae. Nama ilmiahnya adalah Portunus pelagicus. Rajungan dikenal dengan beberapa nama lain, tergantung pada wilayah geografisnya, seperti "blue swimming crab" atau "flower crab". Spesies ini tersebar luas di perairan hangat dan sedang di seluruh dunia, terutama di perairan tropis dan subtropis.

Klasifikasi

Kingdom:  Animalia 

Filum:  Arthropoda 

Kelas:  Crustacea 

Ordo:  Decapoda 

Famili:  Portunidae 

Genus:  Portunus 

Spesies:Portunus

Faktor Hidup

       Faktor-faktor yang memengaruhi kehidupan dan kelangsungan hidup rajungan. Habitat yang sesuai juga diperlukan untuk rajungan. Mereka biasanya ditemukan di perairan dangkal di dekat pantai, seperti padang lamun, terumbu karang, dan daerah berlumpur. Ketersediaan makanan yang mencukupi memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan reproduksi rajungan. Mereka umumnya memakan berbagai jenis organisme, termasuk ikan kecil, moluska, krustasea kecil, dan detritus laut.

Budidaya

     Budidaya rajungan, meskipun menantang, telah menjadi praktik umum di beberapa wilayah. Namun, budidaya rajungan masih terus berkembang dan menjadi area penelitian yang aktif. Benih rajungan biasanya dibesarkan dalam wadah atau kolam pembesaran yang disediakan dengan kondisi lingkungan yang sesuai, seperti suhu air, salinitas, dan ketersediaan makanan yang optimal. Pilih lokasi yang sesuai untuk budidaya rajungan. Lokasi yang ideal adalah perairan dangkal di dekat pantai dengan kualitas air yang baik, sedimen yang cocok, dan lingkungan yang ramah bagi pertumbuhan rajungan.

Bahaya dan Kerusakan

      Bahaya dan kerusakan terhadap populasi rajungan dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk aktivitas manusia, perubahan lingkungan, dan faktor alami. Penangkapan rajungan yang berlebihan dapat mengakibatkan penurunan populasi rajungan yang signifikan. Jika jumlah rajungan yang ditangkap melebihi tingkat reproduksi alami populasi, maka dapat terjadi penurunan stok rajungan dan bahkan kehancuran habitat yang penting bagi populasi tersebut. Perubahan atau kerusakan pada habitat rajungan, seperti degradasi padang lamun atau perusakan terumbu karang, dapat mengurangi ketersediaan tempat persembunyian dan sumber makanan untuk rajungan. Hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi rajungan serta menyebabkan penurunan populasi.

Habitat

       Habitat rajungan umumnya meliputi perairan dangkal di dekat pantai, terutama di daerah tropis dan subtropis. Rajungan sering ditemukan di habitat padang lamun yang sehat. Padang lamun memberikan tempat perlindungan yang penting bagi rajungan, serta menyediakan sumber makanan yang berlimpah. erumbu karang dan substrat karang lainnya juga merupakan habitat penting bagi rajungan. Mereka seringkali menggunakan celah-celah di antara karang sebagai tempat persembunyian dan tempat berlindung dari predator.

2.2.2. Udang Vanname

      Udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dikenal dengan nama udang putih adalah spesies introduksi asal dari perairan Amerika Tengah dan negara negara di Amerika Tengah dan Selatan seperti Ekuador, Venezuela, Panama, Brasil dan Meksiko. Udang vaname sebagai udang introduksi dianggap mampu menggantikan udang windu (P. monodon) sebagai diversifikasi usaha yang positif. Salah satu keunggulan udang vaname adalah nilai gizi yang tinggi serta pertumbuhannya cepat. Selain itu, jenis udang ini mampu memanfaatkan kolom air sebagai tempat hidup sehingga ruang hidup udang vannamei menjadi lebih luas. Dengan demikkian udang vaname dapat dipelihara dengan padat tebar tinggi.

Klasfikasi

Kingdom         : Animalia

Sub kingdom   : Metazoa

Filum               : Arthropoda

Sub filum        : Crustacea

Kelas               : Malacostraca

Sub kelas         : Eumalacostraca

Ordo                : Decapoda

Sub ordo         : Denrobrachiata

Family             : Penaidae

Genus              : Litopenaeus

Spesies            : Litopenaeus vannamei

 

Faktor Hidup

 

                Suhu merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ikan maupun udang. Secara umum laju pertumbuhan meningkat sejalan dengan kenaikan suhu sampai batas tertentu yang dapat menekan kehidupan bahkan dapat menyebabkan kematian. Semakin tinggi suhu, maka semakin rendah oksigen terlarut dalam air, sedangkan kebutuhan oksigen bagi udang semakin besar karena tingkat metabolisme semakin tinggi. Meskipun udang vannamei mampu mentoleransi suhu pada kisaran tertentu, tetapi untuk dapat tumbuh dengan baik pada stadia larva diperlukan suhu antara 27 – 29 oC. pH atau derajat keasaman air dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan. pH air yang rendah akan berakibat pada kematian sedangkan pH air yang terlalu basa dapat menyebabkan laju pertumbuhan udang terhambat. Air media udang memiliki pH ideal antara 7,5 – 8,5.

 

 Budidaya

         Peluang budidaya udang Vanamei sangat besar, namun penggunaan pakan pada budidaya udang Vanamei sangat tinggi hampir 60- 70% dari total biaya operasional digunakan untuk pakan. Pakan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan serta meningkatkan produktivitas udang vannamei secara optimal. Pemberian pakan harus diperhatikan secara cermat dan tepat sehingga udang tidak mengalami kekurangan pakan (underfeeding) yang mengakibatkan pertumbuhan menjadi lambat dan tidak seragam atau kelebihan pakan (overfeeding) yang dapat mencemari perairan dan mengakibatkan kualitas air menjadi jelek sehingga udang mudah stres dan pertumbuhan udang terhambat.

 

 Bahaya dan Kerusakan

        Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) adalah spesies udang budidaya yang penting dalam industri akuakultur global. Namun, seperti halnya spesies lain, udang Vannamei juga rentan terhadap berbagai ancaman dan kerusakan. Penyakit merupakan ancaman utama bagi udang Vannamei dalam budidaya. Beberapa penyakit yang umumnya memengaruhi udang Vannamei termasuk WSSV (White Spot Syndrome Virus), Taura Syndrome Virus (TSV), dan Infectious Hypodermal and Hematopoietic Necrosis Virus (IHHNV). Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan kematian massal dan kerugian ekonomi yang signifikan bagi petani udang.

Habitat

      Habitat alami udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) meliputi perairan hangat di sepanjang pesisir pantai Samudra Pasifik dari Meksiko hingga Peru. Udang Vannamei biasanya ditemukan di perairan pantai yang dangkal, termasuk estuari, muara sungai, laguna, dan tambak-tambak alami. Udang Vannamei dapat hidup di perairan yang sedikit asin (brakish) hingga air laut yang lebih asin. Mereka memiliki toleransi yang baik terhadap fluktuasi salinitas.

 

III.PENUTUP

Kesimpulan

        Penjelasan sebelumnnya dapat disimpulkan bahwasannya sumberhayati lautt melibatkan tentang berbagai organisme yang hidup dilingkungan laut dan bagaimana mereka berkontribusi pada ekosistem laut dan keberlangsungan hidup manusia. Sedangkan pemahaman mengenai hewan laut melibatkan pengetahuan tentang berbagai spesies hewan yang hidup dilingkungan laut dan peran serta interaksi mereka dalam ekosistem laut. Selain itu manfaat yang diperoleh dari hayati laut dan hewan laut sangatlah beragam dan penting bagi kehidupan manusia serta ekosistem global.

DAFTAR PUSTAKA

Muzammil, W., Zahra, A., & Oktavia, Y. 2021. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap biota laut dilindungi di Kepulauan Riau melalui media buku saku dan video. Panrita Abdi-Jurnal Pengabdian pada Masyarakat5(3), 356-364.

Arifin, Z., Yulianda, F., & Imran, Z. 2019. Analisis keanekaragaman biota laut sebagai daya tarik wisata underwater macro photography (UMP) di Perairan Tulamben, Bali. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis11(2), 335-346.

Jalaludin, M., Octaviyani, I. N., Putri, A. N. P., Octaviyani, W., & Aldiansyah, I. 2020. Padang lamun sebagai ekosistem penunjang kehidupan biota laut di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Indonesia. Jurnal Geografi Gea20(1), 44-53.

Nufus, H., & Zuriat, Z. 2020. Sosialisasi Dampak Pencemaran Plastik Terhadap Biota Laut Kepada Masyarakat Di Pantai Lhok Bubon Aceh Barat. Marine Kreatif3(2).

Aulia, A., Azizah, R., Sulistyorini, L., & Rizaldi, M. A. 2023. Literature Review: Dampak Mikroplastik Terhadap Lingkungan Pesisir, Biota Laut dan Potensi Risiko Kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia22(3), 328-341.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Ekologi Laut Tropis

EKSPLORASI

METODE ANALISIS KUALITAS AIR