METODE ANALISIS KUALITAS AIR

 

METODE ANALISIS KUALITAS AIR

NAMA                                   : RAFIQ RAMADHAN RUSLIDA

NPM                                       : E1I023055

KELAS                                  : A

DOSEN PENGAMPU         : Dr. Yar Johan., S.Pi., M.Si

 

Kekeruhan Perairan

Alat dan bahan:


Turbidity meter digital, botol sampel air, air deionisasi, tisu bebas serat, buku catatan lapangan.

Metode pengambilan data:


Pengukuran kekeruhan perairan dilakukan secara ex situ dengan mengambil sampel air menggunakan botol yang telah dibilas dengan air sampel. Sampel kemudian diukur menggunakan turbidity meter yang telah dikalibrasi sebelumnya. Nilai kekeruhan dicatat dalam satuan NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Pengukuran dilakukan sesegera mungkin setelah pengambilan sampel untuk menghindari pengendapan partikel tersuspensi. Kekeruhan menggambarkan banyaknya partikel tersuspensi di dalam air yang dapat mempengaruhi penetrasi cahaya dan proses biologis perairan (Davies-Colley & Smith, 2021; WHO, 2020).



Kecerahan Perairan

Alat dan bahan:


Cakram Secchi, tali ukur, alat tulis, buku catatan lapangan.

Metode pengambilan data:


Pengukuran kecerahan dilakukan secara in situ dengan menurunkan cakram Secchi ke dalam perairan secara vertikal hingga tidak terlihat dari permukaan. Cakram kemudian dinaikkan kembali secara perlahan hingga terlihat, dan nilai kecerahan ditentukan dari rata-rata kedalaman hilang dan munculnya cakram. Pengukuran dilakukan pada kondisi perairan tenang dan cuaca cerah untuk mengurangi bias akibat gelombang dan intensitas cahaya matahari. Nilai kecerahan mencerminkan tingkat transparansi perairan dan berkaitan dengan produktivitas primer (Kirk, 2021).



Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen/DO)

Alat dan bahan:


DO meter portable, air suling, buku catatan lapangan.

Metode pengambilan data:


Pengukuran oksigen terlarut dilakukan secara in situ dengan mencelupkan sensor DO meter ke dalam kolom air hingga nilai pengukuran stabil. Nilai DO dicatat dalam satuan mg/L. Pengukuran lapangan dipilih karena konsentrasi oksigen terlarut dapat berubah dengan cepat akibat fotosintesis dan respirasi organisme akuatik. Oksigen terlarut merupakan parameter penting yang menentukan kelangsungan hidup biota perairan (Chapman & Kimstach, 2016).



Derajat Keasaman (pH)

Alat dan bahan:


pH meter digital, larutan buffer pH 4, 7, dan 10, air suling, buku catatan lapangan.

Metode pengambilan data:


Pengukuran pH perairan dilakukan secara in situ menggunakan pH meter yang telah dikalibrasi dengan larutan buffer standar. Elektroda pH dicelupkan ke dalam air hingga nilai pengukuran stabil. Metode pengukuran langsung dipilih untuk meminimalkan perubahan nilai pH akibat reaksi kimia dan aktivitas biologis selama penyimpanan sampel. Nilai pH berpengaruh terhadap proses fisiologis organisme dan ketersediaan nutrien di perairan (Boyd, 2025).



Suhu Perairan

Alat dan bahan:


Termometer air atau sensor suhu digital, buku catatan lapangan.

Metode pengambilan data:


Pengukuran suhu perairan dilakukan secara in situ dengan mencelupkan termometer atau sensor suhu ke dalam air pada kedalaman sekitar 20–30 cm dari permukaan hingga nilai stabil. Suhu dicatat dalam satuan derajat Celsius (°C). Pengukuran dilakukan pada waktu yang relatif sama di setiap titik pengamatan untuk mengurangi pengaruh variasi suhu harian. Suhu perairan berperan penting dalam mengendalikan proses fisika, kimia, dan biologi di dalam ekosistem perairan (Wetzel & Likens, 2020).



 

 

DAFTAR PUSTAKA

Boyd, C. E. 2025. Water Quality: An Introduction. Springer.

Chapman, D., & Kimstach, V. 2016. Selection of water quality variables. In Water Quality Assessments. UNESCO.

Davies-Colley, R. J., & Smith, D. G. 2021. Turbidity, suspended sediment, and water clarity. Journal of the American Water Resources Association, 37(5): 1085–1101.

Kirk, J. T. O. 2021. Light and Photosynthesis in Aquatic Ecosystems. Cambridge University Press.

Wetzel, R. G., & Likens, G. E. 2020. Limnological Analyses. Springer.

World Health Organization (WHO). 2020. Guidelines for Drinking-water Quality. WHO Press.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Ekologi Laut Tropis

EKSPLORASI

METODE ANALISIS KUALITAS AIR